Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2017

Dongeng Si Hitam dan Putih | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Si Hitam dan Putih Di negeri kambing, kambing-kambing putih hidup dengan damai. Sayangnya kambing putih hanya mau bergaul dengan sesama kambing putih. Di negeri itu, hiduplah satu keluarga kambing hitam. Bagi kambing-kambing putih, keluarga kambing hitam adalah pembawa sial. Menurut mereka, dimana ada kambing hitam, di situ akan terjadi masalah. Keluarga kambing hitam memiliki seekor anak kambing hitam. Namanya si kecil Hitam. Setiap sore, si kecil hitam hanya bisa memandangi anak-anak kambing putih yang asyik bermain. Ia tidak diijinkan ikut bermain bersama. Si kecil hitam menjadi sedih. "Mengapa buluku berwarna hitam?"keluhnya. Si kecil hitam lalu berniat mengubah bulunya menjadi putih. Ia menceburkan dirinya ke dalam ember cat putih. Dalam sekejap, bulu-bulunya pun berwarna putih. "Mbeeeekkkk!" soraknya kegirangan. Ia menghampiri anak-anak kambing putih dan bermain bersama mereka. Ia merasa sangat senang. Saat sedang bermain, tiba-tib...

Dongeng Negeri Kehidupan | DONGENG ANAK DUNIA

Pippi  kurcaci tinggal di negeri kehidupan. Disana, matahari bersinar cerah dan hutan menyediakan banyak buah dan biji-bijian. Namun, Pippi kurcaci tidak bahagia tinggal disana. Seperti hari-hari sebelumnya, hari ini Pippi kurcaci bangun saat matahari telah tinggi. Sinar matahari yang panas menyinari wajah Pippi kurcaci. Itu membuatnya terkejut. "Oh!" gumam Pippi kurcaci. Ia harus segera pergi ke hutan mencari buah-buahan dan biji-bijian jika tidak ingin kelaparan. Pippi kurcaci berjalan munuju hutan dengan malas. Matahari yang bersinar terik membuatnnya kepanasan. Selain itu, Pippi kurcaci belum mengisi perutnya dengan apapun kecuali segelas air putih. Ia tidak memiliki sedikit pun makanan. Saat Pippi kurcaci berjalan menuju hutan, ia berpapasan dengan beberapa kurcaci lain. Masing-masing membawa sekeranjang penuh buah-buahan segar dan biji-bijian di punggung. "Hai, Pippi!" sapa Terre kurcaci. "Mau kemana?" Pippi kurcaci menggerutu...

Dongeng Kisah Nyonya Cap | DONGENG ANAK DUNIA

Kota Harmonali dilanda gerimis berhari-hari. Dimana-mana, orang terserang flu. Di ujung jalan, seorang anak SD bersin. Penjual lemper di dekat lampu merah sedang batuk-batuk. Seorang pengamen membalikkan badan menghadap pohon besar dan menyusut ingus dengan tisu. Tempat praktik dokter dipenuhi pasien yang terkena flu. Apotek dibanjiri pembeli obat flu. Nyonya Cap adalah salah satu pasien yang mengantre di apotek untuk membeli obat flu. Sebelumnya ia ke dokter. Dokter menyuruhnya minum yang banyak, istirahat yang cukup, makan yang banyak, minum obat, dan terakhir jangan banyak bicara. Anjuran terakhir ini dirasa berat karena Nyonya Cap termasuk orang yang gemar bicara. Pada penarik becak, ia bicara kalau punya emas satu lemari. Ketika membeli donat, ia bilang pada penjualnya kalau biasa makan donat terenak. Saat membeli baju, ia berkata pada pelayan toko kalau sering membeli pakaian mahal. Pada siapa saja, Nyonya Cap bicara. Kecuali pada benda mati, tentu saja. Setelah...

Dongeng Anggrek Hitam Untuk Domia | DONGENG ANAK DUNIA

Terdengar suara gong dari rumah panjang menggelagar bertalu-talu. Penduduk kampung Tebelianmangkang sudah tahu. Jika gong ditabuh, berarti ada keadaan genting. Merekapun bergegas mendatangi rumah itu. Rupanya, seorang wanita bernama Darahitam akan melahirkan bayi. Namun bayinya tak juga mau keluar. Darahitam sangat khawatir. Sebelumnya, sudah dua kali bayinya meninggal. Sambil kesakitan ia berdoa dan bernazar, “Jubata, tolonglah agar anakku lahir dengan selamat. Lelaki atau perempuan, anak ini akan kupersembahkan menjadi pelayanmu!” Jubata adalah dewa tertinggi suku Dayak. Jubata adalah perantara antara manusia dan Tuhan. Darahitam yakin Jubata akan menolongnya. Lalu terdengarlah..… “Hoaaa, hooaaaa, hoooaaaaaa …” suara tangis bayi memecah kekhawatiran. Seluruh penduduk desa menyambut gembira. “Ia lahir dengan selamat! Bayi yang cantik! Kulitnya bersih. Hidungnya mancung. Alisnya tebal. Bulu matanya lentik,” seru para wanita.  Karena sangat cantik, bayi perempuan itu dina...

DONGENG CERMIN DI DINDING | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Cermin di Dinding - Cermin, cermin di dinding, siapakah yang paling cantik di kota ini?" tanya Reina. Cermin besar yang tergantung di tembok kamar Reina pun menjawab, "Kaulah Reina yang cantik. Sayang, bukan kau yang memiliki hati terbaik." "Lagi-lagi jawabanmu seperti itu!" teriak Reina kesal. "Aku kan hanya bertanya siapa yang paling cantik? Aku tak perlu menjadi anak yang baik hati. Menjadi anak cantik, jauh lebih menyenangkan,"katanya lagi. "Tak ada gunanya menjadi anak cantik jika hatimu tak baik,"jawab cermin itu tenang. Reina memang cantik. Rambutnya cokelat tua, matanya bersinar-sinar, dan kulitnya pun halus sekali. Sayangnya, ia egois. Ia tak bisa melihat makhluk lain senang. Reina sering sengaja menginjak sarang semut di halaman rumahnya. Ia juga sering memetik bunga-bunga yang masih kuncup. Yang paling parah, Reina sering mengejek teman-temannya. Ada saja yang dijulukinya si gendut, si ceking, si hid...

Cerita Dongeng Misteri Dasi | DONGENG ANAK DUNIA

Ayah Carlo pembuat dasi yang hebat. Berbagai corak dan motif dasi telah dibuatnya. Polos, bergaris, polkadot, batik, dan lainnya. Banyak pula dasi yang dilukisnya sendiri. Carlo anak yang rajin dan cerdas. Selain membantu ayahnya melayani pembeli di toko, Carlo pun belajar melukis dasi. Sore ini, toko sedang sepi saat seorang laki-laki berwajah ramah muncul. Carlo terkejut. Orang itu adalah Doktor Agam, seorang peneliti lingkungan yang terkenal di kota Carlo. Hasil penelitiannya sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Ada yang bisa saya bantu,pak?" Carlo gugup. "Tolong carikan dasi yang cocok buatku, nak..." kata Doktor Agam lembut. "Aku ada acara besok malam." "Nama saya Carlo. Apa warna baju yang akan anda pakai besok?" tanya Carlo bersemangat. "ehmmmm...putih polos." Aha! Carlo tersenyum. Tidak sulit! Semua warna dan motif dasi akan cocok dengan baju warna putih. Carlo teringat pada dasi buatanya. Alangkah bang...

Dongeng Arbei Obat | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Arbei Obat - Oki dan Felip sering bermain di hutan. Suatu hari, mereka menemukan kebun arbei. Indah dan menggiurkan sekali. Buah-buahnya besar dan ranum. "Asyiiiik! Jangan bilang kurcaci lain! Kita saja yang menghabiskannya! usul Felip. "Cepat petik! Keburu pemiliknya datang!" ujar Felip lagi. Kedua kurcaci itu cepat-cepat memetik semua arbei. Lalu dimasukkan ke daun besar yang dibentuk kerucut. Kini mereka menikmati hasil curian mereka. "Hmmmm... manisnyaaa!" gumam Oki sambil terus mengunyah. "Belum pernah aku makan arbei semanis ini! ujar Felip. Tiba-tiba, "Aduuuuh...duh..." Oki dan Felip mengaduh sakit perut. Di sekujur tubuh mereka kini timbul bintik-bintik merah. Persis buah arbei. Oki dan Felip ketakutan. Untung ada Nirmala. Ia langsung membawa mereka ke rumah Pak Tobi. Pak Tobi segera mengobati mereka. Namun ia marah, "Arbei-arbei itu, adalah arbei untuk ramuan obat-obatanku. Sekarang kalian harus menana...

DONGENG MUMI | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Mumi - Lengan peri merah keseleo karena terjatuh. Nirmala membalut dengan segulung kain pembalut luka. "aduuuh...." keluhnya. "Sabar....." bujuk peri kuning dan peri biru. Sementara itu, Oki melihat sisa gulungan kain pembalut dan boneka milik peri merah. "Wah, ada tongkat wasiat juga!" gumam Oki. Ia mulai mendapat ide nakal. Oki segera melilit boneka itu dengan gulungan kain pembalut luka. "Hi hi hi... aku akan bikin kejutan di hutan ini. Peri-peri hutan itu pasti lari ketakutan!" Oki cekikikan. Setelah seluruh tubuh boneka terbalut, Oki mengambil tongkat wasiat. Ia lalu menyulap boneka itu. PLOP! boneka itu jadi besar dan bisa bergerak. Hiiiii... seperti mumi. "Awaaaas... ada mumi ngamuk! Ada mumi ngamuk! Lari..." teriak Oki menakut-nakuti. "Aaaaaaa... Lariiiii...." peri-peri hutan lari ketakutan. Oki melompat-lompat geli. Nirmala melihatnya. "Wah, Oki nakal sekali!" gerutu Nirmala. Ia seg...

DONGENG BANGSAWAN DAN TUKANG KEBUNNYA | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Bangsawan dan Tukang Kebunnya - Tuan Brandon adalah bangsawan yang sangat kaya. Dia mempunyai seorang tukang kebun yang rajin, bernama Jack. Tukang kebun ini bertugas mengurus tanaman di kebunnya yang megah. Ia tinggal tak jauh dari rumah tuannnya. Tuan Brandon sangat sombong. Ia sama sekali tidak menghargai Jack, meski Jack telah setia mengabdi bertahun-tahun padanya. Selama ini, ia hanya menganggap Jack sebagai pembantu miskin yang diupahnya setiap bulan. Walau dipandang sebelah mata, Jack dan keluarganya tetap bahagia. Ia dan keluarganya bersyukur bisa bekerja di rumah besar itu. Suatu malam, Tuan Brandon dan keluarganya mengadakan pesta. Jack dan istrinya menyiapkan banyak rangkaian bunga yang indah. Para tamu terpesona dengan rangkaian bunga itu. Mereka ingin bertemu dengan Jack, si tukang kebun. Tetapi Tuan Brandon berkata dengan kasar, "Ah, tidak perlu. Jack hanyalah tukang kebun yang tua dan kotor. Kalau kalian ingin bertemu dengannya, itu sama saja...

Dongeng Sebelum Tidur Si Kancil dan Buaya | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Sebelum Tidur Si Kancil dan Buaya Si Kancil dan Buaya Si Kancil dan Buaya Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar dan melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap karena pohon-pohon sangat lebat. Si Kancil ingin berjemur di bawah terik matahari. Di sana ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa ada yang berbunyi di perutnya. kruuuk…kruuuuuk…kruuuuuk. Wah, rupanya Si Kancil sudah lapar. Si Kancil membayangkan betapa nikmatnya kalau ada makanan kesukaannya yaitu ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Si Kancil berfikir sejenak.  Tiba-tiba Si Kancil melompat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluaaaaar….. Aku punya makanan untukmu…!!” seperti itulah si Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sungai yang dalam itu. Se...

DONGENG KEJUTAN KAKEK | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng kejutan kakek - Apa kejutan kakek kali ini? Jodi, Jenny, Gina, Bobi, dan aku mencoba menerka. Kami, lima sepupu selalu mengisi liburan sekolah di rumah kakek. Kakek selalu memberikan kejutan! Kakek pernah mengajak kami mengunjungi desa Geulis yang berseberangan dengan desa Sae, desa tempat kakek tinggal. Wah! Kami harus melewati jembatan gantung. Jembatan gantung itu terbuat dari jalinan akar pohon beringin yang tumbuh di dua desa, desa Geulis dan desa Sae. Di bawah jembatan gantung, mengalir air jernih Sungai Caiherang. Jembatan gantung ini panjangnya tiga puluh meter dan tingginya enam meter. Selangkah, dua langkah, kami berjalan gagah. Sampai di tengah-tengah jembatan, iiihh... kami saling bergandengan. Jalinan akar jembatan yang tidak rata dan air sungai yang mengalir deras di bawah jembatan, membuat kami deg-degan. "Tetap berpegangan pada siis jembatan." Kakek mengingatkan. Pegangan lurus ke depan, jangan lihat ke bawah." Hati-hati k...